Righteous Kill
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...
Quisque sed felis
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...
Etiam augue pede, molestie eget.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...
Forgive Me
I'm about to lose the battle and cross the lineI'm about to make another mistakeAnd even though I try to stay awayEverything around me keeps dragging me inI can't help thinking to myselfWhat if my time would end today, today, today?Can I guarantee that I will get another chanceBefore it's too late, too late, too late
Chorus:Forgive me… My heart is so full of regretForgive me… Now is the right time for me to repent, repent, repent..Am I out of my mind?What did I do? Oh, I feel so bad!And every time I try to start all over againMy shame comes back to haunt meI'm trying hard to walk awayBut temptation is surrounding me, surrounding meI wish that I could find the strength to change my lifeBefore it's too late, too late, too late
CHORUS
I know O Allah You're the Most-ForgivingAnd that You've promised toAlways be there when I call upon YouSo now I'm standing hereAshamed of all the mistakes I've committedPlease don't turn me awayAnd hear my prayer when I ask You to
CHORUS
Sewaktu Bagus dan Indah baru berpacaran, Bagus melipat 1000 burung kertas buat Indah, dan menggantungkannya di dalam kamar Indah. Bagus mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.
Waktu itu, Bagus dan Indah, setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua....
Tetapi pada suatu saat, Indah mulai menjauhi Bagus. Ternyata! Indah menikah dan pergi ke Perancis, Paris tempat impiannya, yang selalu muncul dalam setiap mimpi-mimpinya...
Sewaktu Indah mau mutusin Bagus, Indah bilang sama Bagus kayak gini nich:
"Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa, Bagus...
Menikah bagi cewek adalah kehidupan yang kedua kalinya! Aku harus bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, Bagus.
Sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah nanti... Good bye, Bagus!"
Daaannn... setelah Indah pergi ke Perancis, Bagus bekerja keras, dia berjuang dengan sekuat tenaga, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil-kecilan, dan setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun...
Sudah lewat beberapa tahun. Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Indah, dia masih tidak bisa melupakannya.
Pada suatu hari, waktu itu hujan, dari dalam mobilnya, Bagus melihat sepasang orang tua sedang berjalan sangat pelan disamping mobilnya. Dia mengenali mereka! Mereka adalah orang tuanya Indah.
Bagus ingin menunujukkan kepada kedua orang tua itu bahwa sekarang ia telah menjadi orang yang sukses. Ia tidak hanya mempunyai beberapa rumah pribadi, tetapi juga mempunyai beberapa villa, perusahaan sendiri, dan beberapa buah istri (eh salah jack!) maksud gua, beberapa buah mercy, gitchuu lhooo! Btw Bagus ingin agar mereka tahu kalau Bagus bukan orang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang "boss". Dan Bagus mengendarai mobilnya dengan sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.
Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua orang tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah kuyup karena hujan. Sewaktu mereka sampai di tempat tujuan, Bagus tercengang oleh pemandangan yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman! Dan dia melihat pada papan nisan tertulis nama Indah.
Di samping makamnya yang kecil itu, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Bagus, dalam hujan, burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup. Kedua orang tua Indah memberitahu Bagus, bahwa Indah tidak pergi ke Paris, Indah terserang kanker darah, Indah pergi ke surga. Indah ingin Bagus menjadi "orang", mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa Indah berbuat demikian terhadap Bagus. Indah bilang bahwa dia sangat mengerti Bagus, dia percaya kalau Bagus pasti akan berhasil.
Indah juga mengatakan, kalau pada suatu hari Bagus datang ke makamnya, Indah berharap agar Bagus mau membawakan beberapa burung kertas untuknya. Bagus langsung berlutut, berlutut di depan makam Indah, dan menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari itu terasa tidak akan pernah berhenti, membasahi sekujur tubuh Bagus. Bagus teringat akan senyum Indah yang begitu manis dan polos. Dan mengingat semua itu, serasa hatinya pedih dan mulai membeku, serasa matanya meneteskan air mata darah...
Sewaktu kedua orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat Bagus sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Dan lagu sedih pun mengalun dari dalam mobil tersebut.
"Hatiku tidak pernah menyesal
Semuanya hanya untukmu...
Seribu burung kertas, seribu ketulusan hatiku
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang-bintang bersebaran di langit
Bersama-sama melewati sungai perak
Apakah aku bisa bertemu denganmu lagi?
Tidak takut berapapun jauhnya
Sekarang,
Aku hanya ingin langsung berlari ke sampingmu
Dan menggapaimu...
Masa lalu seperti asap
Hilang dan tak'kan pernah akan kembali
Dan itu semua menambah kerinduan di hatiku
Bagaimanapun dicari
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan pernah berubah
Waktu itu, Bagus dan Indah, setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua....
Tetapi pada suatu saat, Indah mulai menjauhi Bagus. Ternyata! Indah menikah dan pergi ke Perancis, Paris tempat impiannya, yang selalu muncul dalam setiap mimpi-mimpinya...
Sewaktu Indah mau mutusin Bagus, Indah bilang sama Bagus kayak gini nich:
"Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa, Bagus...
Menikah bagi cewek adalah kehidupan yang kedua kalinya! Aku harus bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, Bagus.
Sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah nanti... Good bye, Bagus!"
Daaannn... setelah Indah pergi ke Perancis, Bagus bekerja keras, dia berjuang dengan sekuat tenaga, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil-kecilan, dan setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun...
Sudah lewat beberapa tahun. Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Indah, dia masih tidak bisa melupakannya.
Pada suatu hari, waktu itu hujan, dari dalam mobilnya, Bagus melihat sepasang orang tua sedang berjalan sangat pelan disamping mobilnya. Dia mengenali mereka! Mereka adalah orang tuanya Indah.
Bagus ingin menunujukkan kepada kedua orang tua itu bahwa sekarang ia telah menjadi orang yang sukses. Ia tidak hanya mempunyai beberapa rumah pribadi, tetapi juga mempunyai beberapa villa, perusahaan sendiri, dan beberapa buah istri (eh salah jack!) maksud gua, beberapa buah mercy, gitchuu lhooo! Btw Bagus ingin agar mereka tahu kalau Bagus bukan orang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang "boss". Dan Bagus mengendarai mobilnya dengan sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.
Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua orang tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah kuyup karena hujan. Sewaktu mereka sampai di tempat tujuan, Bagus tercengang oleh pemandangan yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman! Dan dia melihat pada papan nisan tertulis nama Indah.
Di samping makamnya yang kecil itu, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Bagus, dalam hujan, burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup. Kedua orang tua Indah memberitahu Bagus, bahwa Indah tidak pergi ke Paris, Indah terserang kanker darah, Indah pergi ke surga. Indah ingin Bagus menjadi "orang", mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa Indah berbuat demikian terhadap Bagus. Indah bilang bahwa dia sangat mengerti Bagus, dia percaya kalau Bagus pasti akan berhasil.
Indah juga mengatakan, kalau pada suatu hari Bagus datang ke makamnya, Indah berharap agar Bagus mau membawakan beberapa burung kertas untuknya. Bagus langsung berlutut, berlutut di depan makam Indah, dan menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari itu terasa tidak akan pernah berhenti, membasahi sekujur tubuh Bagus. Bagus teringat akan senyum Indah yang begitu manis dan polos. Dan mengingat semua itu, serasa hatinya pedih dan mulai membeku, serasa matanya meneteskan air mata darah...
Sewaktu kedua orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat Bagus sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Dan lagu sedih pun mengalun dari dalam mobil tersebut.
"Hatiku tidak pernah menyesal
Semuanya hanya untukmu...
Seribu burung kertas, seribu ketulusan hatiku
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang-bintang bersebaran di langit
Bersama-sama melewati sungai perak
Apakah aku bisa bertemu denganmu lagi?
Tidak takut berapapun jauhnya
Sekarang,
Aku hanya ingin langsung berlari ke sampingmu
Dan menggapaimu...
Masa lalu seperti asap
Hilang dan tak'kan pernah akan kembali
Dan itu semua menambah kerinduan di hatiku
Bagaimanapun dicari
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan pernah berubah



