محمد اندرا أندارون

Your description goes here

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis

About Me

Popular Posts

Thumbnail Recent Post

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

Sayap-sayap patah...
Mengapa engkau malu-malu...
Aku tahu kamu jatuh cinta...
Katakanlah padaku...
Jangan tunggu tua ku..
Satukan sayap-sayap mu...
Bawalah aku terbang ke nirwana...
Dengan cinta seindah tamaran angkasa...
Carilah tempat beristirahat...
Untuk membangun sangkar dengan isinya....

Kau hembus kesejukan
Kau beri mentari yg menyinari dgn penuh semangat
Kau hibur dgn suara kicauan burung-burung bernyanyi merdu
Kau buat indah dgn mekarnya berbagai bunga
Sungguh seperti keajaiban bila sekejap untuk dilihat & dimaknai
Engkaulah sang pagi yg indah
Bersamamu ku panjatkan doa tuk memulai langkah
Semoga murah reski & sukses hari ini

Ibu bergenang airmataku
Terbayang wajahmu yang redup sayu
Kudusnya kasih yang engkau hamparkan
Bagaikan laut yang tak bertepian

Biar pun kepahitan telah engkau rasakan
Tidak pun kau merasa jemu
Mengasuh dan mendidik kami semua anakmu
Dari kecil hingga dewasa

Hidupmu kau korbankan
Biar pun dirimu telah terkorban
Tak dapat ku balasi akan semua ini
Semoga Tuhan memberkati kehidupanmu ibu

Ibu kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amat aku harapkan
Kerana di situ letak syurgaku

Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan

Kasih sayangmu sungguh bernilai
Itulah harta yang kau berikan

Kasihanilah Tuhan
Ibu yang telah melahirkan diriku
Bagaikan kasih ibu sewaktu kecilku
Moga bahagia ibu di dunia dan di akhirat sana

Ibuku mengapa engkau menangis
Apakah yang kurang
Walaupun ayah telah tiada
Itu tak bermakna akhirnya hidup kita
Ibuku tenangkanlah hatimu
Kerna suria kan pasti menjelma

Usia mudaku tak menghalang diriku
Untuk membela dirimu

Ayahku walaupun engkau gugur
Kerna Pertiwi
Namun jasamu ku kenang selalu
Ku mahkotakan ke puncak cemara

Nanti bila aku sudah dewasa
Ingin ku menjadi pemimpin negara
Akan ku bela nasib kita
Itulah sumpah anakmu

Dari itu hentikan tangisan
Pandanglah masa depan
Betapa ku cinta padamu
Pelukanmu menguatkan semangatku
Duhai ibuku dengarkanlah lagu
Untukmu..

Who should I give my love to
My respect and my honor to
Who should I pay good mind to
After Allah and Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

'Cause who used to hold you
And clean you and cloth you
Who used to feed you?
And always be with you
When you were sick
Stay up all night
Holding you tight
That's right no other
Your mother (My mother)

Who should I take good care of
Giving all my love
Who should I think the most of
After Allah and Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

'Cause who used to hear you
Before you could talk
Who used to hold you
Before you could walk
And when you fell who picked you up
Clean your cut
No one but your mother
My mother

Who should I stay right close to
Listen most to
Never say no to
After Allah and Rasulullah

Comes your mother
Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hug you
And buy you new clothes
Comb your hair
And blow your nose
And when you cry
Who wiped your tears
Knows your fears
Who really cares
My mother

Say Alhamdulillah
Thank you Allah
Thank you Allah
For my mother


Saya tujukan lagu ini kepada mereka yang telah ketiadaan ibu di dunia yang fana ini. Bukan semua orang bertuah dapat menikmati kasih ibu. Ada ibunya yang meninggal ketika bersalin dan ada juga yang pergi ketika sebagian di antara kita masih terlalu kecil untuk mempunyai memori bersama ibu tercinta. Bagi yang masih mempunyai ibu, bersyukurlah kerana sekurang-kurangnya kita masih ada ibu sebagai tempat bermanja.



Oh ibu
Kau disiram bayu pagi
Kehilangan terasa kini
Dan kesepian

Dan aku
Bagai purnama gerhana
Diibarat lautan kering
Tiada tempat ku layarkan
Hasratku ini
Masih belum sempat
Ku buktikannya padamu
Ibu tersayang
Kucurahkan rasa hati

Ku tatapi potretmu berulang kali
Ku renungkan kalimah yang diberi

Tuhan yang Esa
Ampuni dosa ibu
Tempatkan mereka
Di antara kekasih kekasih-Mu

Oh ibu
Kau kasih sejati
Ku taburkan doa
Untukmu ibu

Ampunilah dosaku
Sejak ku dilahirkan
Hingga akhir hayatmu

Di saat ini
Ku teruskan hidup
Tanpa bersamamu ibu

Seorang wanita bermahkota ibu
Menggenggam jari-jari kecil
Ikatan ini tidak kan terurai
Kerna tautan ini
Tautan darah dan akidah
Dan rahmat dari Allah

Kini Ummi peganglah tanganku ini
Biar ku bawa Ummi menjelajah
Hasil titik peluhmu
Biar ku bawa ke alamku
Hasil ukiranmu selama ini

Dodoianmu Ummi
Membina benteng pemisah
Antara yang hak dan yang batil
Membakar semangat perjuangan
Mengait kasih pada Junjungan tercinta
Tersujud lemah mengabdi diri
Kepada yang Esa

Jika belum pernah
Kau dengar ucapan terima kasihku
Ketahuilah doaku ini
Moga Tuhan menyayangimu
Seperti mana kau mengasihiku
Dari dulu hingga kini
Untuk selama-lamanya

Mengapa kanta ini masih berkaca
Sedang ku telah pun terima di dalam redha
Segala kepahitan
Pengalaman menjadi penawar
Mengejar impi ke pintu syurga

Duhai Ibu
Bilakah akan ku kecapi kasturi
Penebus maruah
Dan semangat lama

Mengapa sinar neon dan gedung indah
Kotaraya yang menjanjikan sejuta rasa
Sejuta haruman
Kini menjadi penjara jiwa
Ku yang merindukan ketenangan

Duhai Ibu
Hari-hariku kini berlalu
Bagaikan bahtera
Tanpa layar dan kemudi

Ibu
Akhirnya terbongkar jua rahsia
Tangisan dan gurindam
Keramat kasih sayangmu

Ibu
Saat dan pertemuan semula
Kita kali ini
Akan ku abadikan
Keramat kasih sayangmu

Oh Ibu... Ibu....

Hormati orang tuamu dengan cinta dan kasih
Sayangilah selalu dengan sepenuh hati
Jagalah ucapanmu jangan mencaci maki
Taatilah selalu jadilah anak berbakti

Jangan pernah kau lupa jasa-jasa orang tua
Ringankanlah bebannya jagalah nama baiknya
Rawatlah keduanya selagi maish di dunia
Doakanlah mereka ketika telah tiada

Allahummaghfirlana dzunubana wa dzunuba
walidaina war hamhuma kama robbayana shighoro
Allahummaghfirlana dzunubana wa dzunuba
walidaina war hamhuma kama robbayana shighoro

Hormati orang tuamu dengan cinta dan kasih
Sayangilah selalu dengan sepenuh hati
Jagalah ucapanmu jangan mencaci maki
Taatilah selalu jadilah anak berbakti

Jangan pernah kau lupa jasa-jasa orang tua
Ringankanlah bebannya jagalah nama baiknya
Rawatlah keduanya selagi maish di dunia
Doakanlah mereka ketika telah tiada

Allahummaghfirlana dzunubana wa dzunuba
walidaina war hamhuma kama robbayana shighoro
Allahummaghfirlana dzunubana wa dzunuba
walidaina war hamhuma kama robbayana shighoro

Ya Allah ya Robbi ampunilah dosa kami
S'gala dosa ibu bapak kami
Sanyangilah keduanya yang t'lah mendidik kami semua
Dari kecil sehingga dewasa

Allahummaghfirlana dzunubana wa dzunuba
walidaina war hamhuma kama robbayana shighoro
Allahummaghfirlana dzunubana wa dzunuba
walidaina war hamhuma kama robbayana shighoro

Seuntai senyuman
Sekilas pandangan
Cukup kuat merajut
Sayap-sayapkerinduan

Rindu adalah nyawa
Bagi raga kasih
Yang berkisah ketulusan
Dengan lakon kepercayaan

Lewat kapak-kapak kerinduan
Kian tinggi kasih terbang

Biar musim berayun
Mewarnai dinginnya perpisahan
Itu hanya lautan
Yang pasti menepi
Pada pasir-pasir kebahagiaan

Senyummu tersipu malu
Bak purnama menggantung
Terlihat tersembunyi
Dari celah daun cemara

Saat tubuhku berujar
Tentang rasa yg tak biasa
Hatimu gugup menyambut
Lewat keluguan matamu

Kulepaskan ragaku
Kugerakkan jiwaku
Menyelami dasar hatiku
Banyak cermin rapi tertata

Akupun tersenyum ria
Saat hanya satu bayangan
Bersemayam pada semuanya
Anggun parasmu ternyata
Mendekap perasaanku.

Kepada pria pria akhir zaman..
Ingatlah....
Wanita yang akan kau nikahi tak setangguh Khadijah...
Yang mengorbankan apapun untuk kekasih Allah.
Ia tak seperti Aisyah,yang kecerdasannya diakui umat....
Ia juga tak sesholehah Fatimah Az-Zahra.
Karena ia hanya wanita akhir zaman.
Yang tentu memiliki banyak kesalahan dan dosa.
Ia hanya ingin mendampingimu dengan sangat sederhana.
menjadi satu satunya hawa dalam duniamu.menemanimu dalam sisa hidupnya.
Berbagi hal apapun yang akan kau lalui
Bersama mengarungi sisa sisa episode kehidupan dariNya....

Kepada wanita wanita akhir zaman...
Ingatlah...
Pria yang akan kau nikahi tak akan sesempurna Muhammad..
Tak akan sekaya sulaiman,dgn harta harta duniawi yang dititipkan Nya.
Ia juga tak setampan Yusuf, karena ia hanya pria pria akhir zaman.
Yang akan menjadi imam diduniamu dan akheratmu...
Yang akan mendampingimu disurgaNya dan menjadi ayah dari para mujahid
dari rahimmu.....

Kepada pria pria akhir zaman....
sayangilah pendampingmu...
seperti engkau menyayangi dirimu sendiri.
Jika engkau menyakitinya...
Ingatlah bahwa engkau telah menyakiti dirimu sendiri....
Karena wanita adalah mahkluk indah yg diciptakan dari rusukmu
bagian dari dirimu.....

Kepada wanita wanita akhir zaman...
sayangilah pendampingmu ...lebih dari engkau menyayangi dirimu sendiri
Karena merekalah yang akan membopongmu ke surgaNya...
Berbaktilah mereka.... karena surgamu terletak pada keridhoannya....

Bismillahirrohmannirrohim,
Sahabat...
Kita tentunya pernah mengalami jatuh cinta yg pertama kali (first love), indah nian jika kita ingat saat2 itu... tiap hari bahkan tiap saat.. wajahnya slalu terbayang, namanya begitu melekat di telinga bahkan di hati kita. Dunia terasa indah dengannya, kita pun sedih jika berpisah dengannya, hacur hati ini jika harus kehilangan dirinya.

Ketika namanya disebut maka BERGETAR-lah hati kita, Jika akan bertemu dengannya.. kita gelisah, bersiap2 sebaik mungkin, gonta-ganti baju, bolak-balik berkaca, berdebar-debar jantung ini sampai akhirnya bertemu dengannya dengan perasaan bahagia.

Mengapa hal ini bisa terjadi ? Tiada lain karena sang kekasih telah mendapat tempat yg sangat istimewa di hati kita. Sang kekasih telah MASUK KE DALAM HATI KITA.

Salah satu ciri dari orang beriman adalah BERGETAR hatinya ketika Asma Allah SWT yaitu Adzan dikumandangkan, ketika ayat2 suci dibacakan... maka BERTAMBAH-lah keyakinan orang beriman yg mendengarkannya.

Mengapa hal ini bisa terjadi ? Tiada lain karena Allah SWT telah mendapat tempat yg sangat istimewa di hatinya. Sang Kekasih telah MASUK KE DALAM HATI orang yg beriman.

Hati orang yg beriman hanya berisi Allah SWT dan RasulNya, shg setiap saat dia selalu ingat padaNya.. kecintaannya hanya pada Allah dan RasulNya. Dunia tdk diperkenankan masuk ke dalam hatinya, oleh karena itu ada salah satu do'a Rasulullah SAW : " Ya Allah jangan Kau masukkan dunia ini ke dalam hatiku... namun jangan Kau lepaskan dunia ini dari genggamanku "

Ibarat berenang... jgn sampai AIR MASUK ke dalam mulut/perut nanti kalo terlalu byk air masuk ke mulut & perut...kita bisa TENGGELAM & BINASA.

Begitupun kita menyikapi dunia ini, kita butuh dunia ini tp jangan sampai dunia ini MASUK KE DALAM HATI, nanti kita bisa TENGGELAM & BINASA.

Rasulullah SAW memberika nasihat kepada kita ummatnya agar hati kita hanya berisi Allah Swt & RasulNya yaitu dengan cara banyak2 mengingat MATI spy kita tdk menjadi PECINTA DUNIA dan menempatkan AKHIRAT sebagai TUJUAN, bukan dunia yang fana ini sebagai tujuannya.

Coba kita periksa hati kita.......
BERGETARKAH hati kita, ketika mendengar Adzan dikumandangkan?
Atau kita cuek2 aja ngedenger Adzan? Padahal hakekatnya Adzan adalah Allah SWT MEMANGGIL kita semua hambaNya untuk BERTEMU denganNya dalam shalat.

Ringankah langkah kita untuk segera menghentikan kegiatan kita sejenak, lantas berwudhu dengan sempurna dan shalat berjamaah di Masjid seperti yg dicontohkan oleh Rasulullah SAW?

Kalo Bos/Investor/Pejabat manggil kita, maka kita SEGERA menghadap, panas, hujan, macet tdk menjadi halangan krn ini adalah PANGGILAN YG PENTING

Jika Allah SWT yg MENCIPTAKAN kita, MENGHIDUPKAN, MEMATIKAN dan MENGHIDUPKAN kita kembali, PENGUASA ALAM, RAJA DI RAJA, yg senantiasa MEMELIHARA dan MEMBERI tanpa henti, MEMANGGIL kita lewat ADZAN, apakah kita SEGERA menghadap dgn menunaikan SHALAT?

Padahal tidak ada PANGGILAN YG LEBIH PENTING selain daripada PANGGILAN SHALAT

Wallahu a'lam bisshowab

Jika pikiranmu adalah laut, kedalamannya tak akan terganggu oleh deburan ombak. Jika pikiranmu adalah langit, ketinggiannya tak akan terganggu oleh guyuran hujan dan gelegar petir. Jika engkau sedalam laut dan setinggi langit, persoalan apa yang dapat mengganggumu…?


Jerit kepak tak bersayap ini, melagukan nyanyian petir di ambang langit. Sebongkah peti mati bangkit dari liang kuburnya, wajah-wajah asing berdatangan—mata yang liar dan berlinang…

Aku berdiri di sini… Berdiri menatap langit yang menangis, berteriak kepada siapa pun yang ada di sana. Tetapi teriakanku tak pernah terjawab. Atau terjawab dalam bunyi guntur. Atau nyanyi halilintar. Atau angin dan badai hujan. Pertanda yang tak pernah kupahami. Isyarat yang tak dapat kumengerti.

Tahun-tahun yang datang dan pergi—dan pergi lagi. Hari-hari yang lama, yang baru, yang lama dan baru. Memelukku, meninggalkanku, mencampakkanku. Hidup adalah angin di antara rahang dan taring serigala, kematian adalah awan kebingungan di lingkar bulan. Serigala melolong kepada bulan, dan rembulan tersenyum sinis di balik awan. Satu lagi peti mati bangkit dari liang kuburnya, kembali wajah-wajah asing berdatangan—dengan mata, dengan mata, dengan mata…

…liar dan berlinang.

Aku berteriak di sini… Aku berdiri di antara gelap malam yang semakin gelap, dalam hujan yang makin menghitam, dan aku pernah meneriakkan apa saja yang dapat kuingat. Lampau… Waktu… Tentang aku… Jalan hidup yang hilang, yang kusesali, yang kurindui, yang kutangisi, kuteriaki dan pernah kumaki.

Satu lagi petir menyambar, halilintar menjawab teriakanku. Langit masih menangis. Air matanya membasahi wajahku, tubuhku, jiwaku… keakuanku.

….
….

Yang pernah ada di sana, waktu itu, hanya seseorang yang telah mati—atau dimatikan. Jiwa yang dipangkas dan dikerdilkan, badai angan yang diremukredamkan, tangkai kecil yang tak pernah dibiarkan tumbuh. Tapi tangkai yang berakar… dan akarnya kuat menghunjam bumi. Yang diinjak tak pasti mati, tetapi akar tahu bagaimana hidup. Daun-daun tumbuh, akar bernyanyi, tangkai melambai. Langit tersenyum… atau berpaling. Aku tak peduli.

Dan di sanalah kemudian aku berdiri, ketika malam menghunjamkan sepi senyapnya, ketika langit meneteskan air matanya, ketika bintang-bintang berubah menjadi nyala halilintar. Aku berdiri di sana, berteriak di sana, mengajukan perhitungan atas nasib, jangkauan atas takdir, perhitungan yang belum selesai.

Berapa lamakah tahun yang telah terlalui? Sepertinya baru kemarin. Seperti baru kemarin ketika aku duduk sendirian dalam senyap, dan kemudian berdiri dan berteriak dalam gelap… Tapi alam semesta tahu itu sudah sekian abad yang lalu, sekian abad yang telah disaksikan jutaan orang yang kini telah menjadi mayat dalam kegelapan di perut bumi. Aku hidup… Aku masih hidup… Aku sedang meneriakkan takdirku.

Jadi inilah aku, hei alam semesta yang mendengar… Inilah aku yang berdiri di sini, di bawah langitmu yang menangis, di bawah teriakanmu yang mengguntur dan membadai… Berdirilah bersamaku, berdirilah bersamaku di bawah hujan. Berteriaklah bersamaku, berteriaklah bersama guntur dan halilintar. Menarilah bersamaku, menarilah bersama gelap sunyi malam, dengan mata, dengan mata, dengan mata…

…liar dan berlinang.

Jadi inilah aku, hei alam semesta yang mendengar… Inilah aku yang kini berteriak di bawah langitmu, meneriakkan hati-jiwa dalam hujan, nyalang rindu kepada bulan, lagu luka di bawah bintang.

Aku berteriak kepadamu, pernah berteriak kepadamu, berteriak lagi kepadamu, dan sekarang… saatnya teriakanku memperoleh jawaban. Kirimkanlah petirmu, dan biarkan langit menangis bersama teriakanku. Biar kurengkuh takdirku, agar nyala api ini tak pernah padam. Akan kulagukan suaramu, akan kujeritkan isyaratmu, akan kutarikan bersama nyanyian hujan, dengan mata, dengan mata, dengan mata…

…liar dan berlinang.

صَلاَةٌ بِالسَّلاَم

صَلاَةٌ بِالسَّلاَمِ المُبِينِ     لِنُقطَةِ التَّعيِينِ يَاغَرَامِى

Sholatum bissalamil mubiini      linuqtotitta’yiini ya ghoromi

نَبِيٌّ كَانَ الصلَ التَّكوِينِ     مِن عَهدِ كُن فَيَكُون يَاغَرَامِي

Nabiyyun kana ashlattakwiini            min ‘ahdikun fayakun ya ghoromi

اَيَّامَن جَاءَنَا حَقًّا نَذِيرِ     مُغِيثًامُسبِلا سُبُلَ الرَّشَادِ

Ayyaman ja ana haqqon nadziri       mughiitsam musbilan subularrosyaadi

رَسُولُ اللهِ يَاضَاوِي الجَبِينِ     وَيَامَن جَاءَ بِالحَقِّ المُبِينِ

Rasulullahiya dhowil jabiini      wa ya man ja a bil haqqil mubiini

صَلاَةُ لَم تَزَل تُتلى عَلَيكَ     كَمِعطَارِ النِّسِيمِ تُهدى الَيك

sholatullamtazal tutla alaika         kami’thorinnasiimi tuhda ilaika

بُشرَ لَــنَا

بُشـرَ لَــنَا نِلنَــا المُنَــى   زَالَ العَنَــاوَافَى الهَــنَا

وَالدَّ هرُ اَنجَـز وَعدَهُ   وَالبِشــرُ اَضـحى مُعلَـــنَا

يَا نَفسُ طِيبِـى بِا للِّقَا   يَا عَينُ قَــــرِّى اَعيُنَــــا

هَــذَا جَمَــالُ المُصطَفى   اَنوَارُهُ لاَ حَـــت لَنَــــا

يَا طَيبَة مَاذَا نَقُــول    وَفِيكِ قَد حَلَّ الرَّسُـــول

وَكُلُّنَـــانَرجُو الوُصُول    لِمُحَـــــــمَّدٍ نَبِيِّنَا

يَا رَوضَةَ الهَادِى الشّفِيع   وَصَاحِبَيهِ وَالبَقيع

اُكتُب لَنَــا نَحنُ الجَمِيع     زِيَارَةً لِحَبِيبِنَا

سَأَلتُ الله بَارِينَا    يُبَلِّغنَااَمَانِينَا

وَيُذ هِب مِنَّنَا الاَكدَار

Aku mohon kepada Allah Sang Pencipta, semoga mengabulkan cita cita kami. serta menghilangkan kesulitan dan kesusahan kami

وَيُحيِينَا عَلَى التَّقوى    بِلَامِحنَة وَلاَبَلوى

بِجَاهِ المُصطَفَى المُختَار

dan menghidupakn kami di atas ketaqwaan, tanpa ujian dan cobaan. berkat kedudukan al musthofa  al mukhtar

نُشَاهِد حُسنَ مَن نَهوى    وَتَدنُو مِنَّنَا عَلوى

نُشَاهِد هَا بِهذِالدَّار

kami menyaksikan kebaikan orang yang kami cintai, mengajak kami menuju ke kedudukan yang tinggi. kami menyaksikan di tempat ini

وَمَاعَلوى سِوَى ذَاتِى    وَأَوصَافِى وَحَا لاَتِى

وَمِنهَا دَارَتِ الاَدوَار

tiada kedudukan tinggi di sana selain dzatku, dan sifat serta keadaanku, dan dari sana berputarlah semua putaran

حَضَرنَا عِندَمَا غِبنَا    وَطُلنَا عِندَمَاطِبنَا

وَنِلنَا غَايَةَ الاَوطَار

maka kami hadir ketika kami tiada, dan kami memanjang ketika kami baik dan kami peroleh puncak tujuan tujuan kami

 

حِزْبُ النـَّصـْرِ المُبـَارَكِ
لِسـَيـِّدي أبـِي الحـَسـَنِ الشـَّاذلـِي

بـِـسْـمِ اللهِ الرَّحمـنِ الرَّحـيمِ
اللهـُمَّ بـِسَطـْوَةِ جَبـَروتِ قـَهـْرِكَ وبـِسُرْعـَةِ إغـَاثـَةِ نـَصـْرِكَ وَبـِغِـيرَتـِكَ لإنـْـتـِهـَاكِ حُرُمَـاتِكَ وَبـِحـِمَايَتِكَ لِـمَن إحـْـتـَمـَى بـِآياتِكَ أسألـُكَ يا اللهُ يَا سَميعُ يَا قـَريبُ يَا مُجـِيبُ يَا سَريعُ يَا مُنـْتـَـقِمُ يَا شـَديدَ البَـطـْشِ يَا جَبََّارُ يَا قـَهـَّارُ يَا مَنْ لا يُعْـجـِزُهُ قـَهـْرُ الجَبـَابـِرَةِ ولا يَعْظـُمُ عـَلـَيْهِ هَلاكُ المُتـَمَرِّدَةِ مِنَ المُلوكِ والأكـَاسِرَةِ أن تـَجْـعَلَ كـَيـْدَ مَنْ كـَادَنِي في نـَحْرِهِ وَمَكـْرَ مَنْ مَكـَرَ بي عَـائِداً عَليهِ وَحُـفـْرَة مَنْ حَفـَرَ لي وَاقِعاً فيها وَمَنْ نـَصَبَ لي شـَبـَكـَة الخَدَاعِ إجْعَلـْهُ يا سَيِّدي مُسَاقاً إليها وَمُصَـاداً فيها وَأسِيراً لـَدَيْهـَا اللهُمَّ بـِحَقِّ كـهيعص إكـْـفِـنـَا هَمَّ العِدا وَلـَقـِّهـِمْ الرَّدَى وَإجْعـَلهُمْ لِكـُلِّ حَبيبٍ فِداً وَسَلـِّط عَلـَيـْهـِمْ عَاجـِلَ النـِّقـْمـَةِ في اليَوْمِ والغـَدِ. اللهُمَّ بَدِّدْ شـَمْلـَهـُمْ، اللهُمَّ فـَرِّق جَمْـعَـهـُم اللهُمَّ أقـْلِلْ عَدَدَهـُمْ، اللهُمَّ فـُلَّ حَدَّهُمْ، اللهُمَّ إجْعَلْ الدَّائِرَة عَلـَيـْهـِمْ اللهُمَّ أرْسِلْ العَذابَ إليهـِمْ، اللهُمَّ أخـْرِجْـهـُمْ عَنْ دَائِرَةِ الحِلـْمِ وَإسْـلـُبـْهـُمْ مَدَدَ الإمْـهـَالِ وغـُلَّ أيْديَهـُمْ وإرْبـِط عَلـَى قـُلوبـِهـِمْ ولا تـُبـَلـِّغـْهـُمْ الآمال، اللهُمَّ مَزِّقـْهـُمْ كـُلَّ مُمَزَّقٍ مَزَّقـْـتـَهُ لأعْدَائِكَ إنـْـتِصـَاراً لأنـْبـِيائِكَ وَرُسُـلِكَ وَأولِيائِـكَ اللهُمَّ إنـْـتـَصِرْ لنا إنـْـتـِصَـارَكَ لأحْبـَابـِكَ على أعْدَائِكَ، اللهُمَّ لا تـُمَكـِّنْ الأعْداءَ فينا ولا تـُسـَلـِطـَهـُمْ عَـلـَيْـنـَا بـِذنوبـِنـَا حم حم حم حـــم حم حم حم حُـمَّ الأمْرُ وَجَاءَ النـَصـْرُ فـَعـَلينـْا لا يـُنـْصـَرون حمعسق حِمَايَتـُنـَا مِمَّا نـَخـَافُ، اللهُمَّ قـِنـَا شـَرَّ الأسْواءِ ولا تـَجْعـَلنـَا مَحـَلاً للبـَلـْواءِ، اللهُمَّ أعْطِنـَا أمَلَ الرَّجَاءِ وَفـَوْقَ الأمَلِ يَا هُوَ يَا هُوَ يَا هُوَ يَا مَنْ بـِفـَضْـلِهِ لِفـَضْلِهِ نـَسْألْ – نـَسْألـُكَ العَجـَلَ العَجَلَ إلهي الإجَابَة الإجَابَة يَا مَنْ أجَابَ نـُوحاً في قـَوْمِهِ يَا مَنْ نـَصَرَ إبْراهِيمَ عَلى أعْدائِهِ يَا مَنْ رَدَّ يُوسُفَ على يَعْـقوب يَا مَنْ كـَشـَفَ ضـُرَّ أيُّوبَ يَا مَنْ أجَابَ دَعْوَةَ زكـَرِيَّا يَا مَنْ قـَبـِلَ تـَسـْبيحَ يُونـُسَ بـِنْ مَتـَّى نـَسْـألـُكَ بـِأسْرارِ أصْحـَابِ هَذِهِ الدَّعَوَاتِ أنْ تـَقـْبـَلَ مَا بـِهِ دَعَوْنـَاكَ وأنْ تـُعْطِينـَا مَا سَألناكَ أنـْجـِزْ لنـَا وَعْدَكَ الذي وَعَدْتـَهُ لِعِـبَادِكَ المُؤمِنين لا إلهَ الا أنـْتَ سُبْحَانـَكَ إني كـُنـْتُ مِنَ الظـَّالِمِينَ إنـْـقـَطـَعـَتْ آمَالـُنـَا وَعِزَّتِكَ الا مِنـْكَ وَخـَابَ رَجَاؤُنـَا وَحَـقِـكَ الا فيكَ.
إنْ أبْطـَأتْ غـَارَةُ الأرْحَامِ وإبْـتـَعـَدَتْ فـَأقـْرَبُ السَّيْرِ مِنـَّا غـَارَةُ اللهِ
يا غـَارَةَ اللهِ جـِدِي السـَّيـْرَ مُسْرِعَة في حَلِّ عُـقـْدَتـِنـَا يَا غـَارَةَ اللهِ
عَدَتْ العَادونَ وَجَارُوا وَرَجَوْنـَا اللهَ مُجـيراً
وَكـَفـَى باللهِ وَلـِيـَّا وَكـَفـَى باللهِ نـَصِيراً
حَسْبـُنـَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيلُ – ثلاثا

ولا حَوْلَ ولا قـُوَةَ الا باللهِ العَليِّ العَظِيمِ إسْـتـَجـِبْ لـَنـَا آمين – ثلاثا

فـَقـُطِعَ دَابـِرُ القـَوْمِ الذينَ ظـَلـَمُوا والحَمْدُ لِلهِ رَبَّ العَالـَمينَ ولا حَوْلَ ولا قـُوَّةَ الا باللهِ العَلِيّ العَظِيمِ

وَصَـلـَّى اللهُ عَـلـَى سَيـِّدِنـَا مُحَمَّدٍ النـَّبـِيّ الأمِيِّ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبـِهِ وَسَـلـَّمَ