محمد اندرا أندارون

Your description goes here

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis

About Me

Popular Posts

Thumbnail Recent Post

Righteous Kill

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

  Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua kakek beliau, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.
Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Shaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da'wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr.
Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk salat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.
Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.
Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia al-Habib Muhammad bin ‘Abd-Allah al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama mazhab Shafi‘i al-Habib Zain bin Sumait, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.
Kali ini tempatnya adalah al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul-Nya s.a.w pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing. Usaha beliau yang demikian gigih menyebabkannya kekurangan tidur dan istirahat mulai menunjukkan hasil yang besar bagi mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban/selendang Islam dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Sang Rasul Pesuruh Allah s.a.w.
Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah dipengaruhi beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini, beliau mulai mengunjungi banyak kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta'iz di utara, untuk belajar ilmu dari mufti Ta‘iz al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Shaikh al-Habib Muhammad al-Haddar sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.
Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul s.a.w di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari al-Habib 'Abdul Qadir bin Ahmad al-Saqqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni al-Habib Ahmed Mashur al-Haddad dan al-Habib 'Attas al-Habashi.
Sejak itulah nama al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, ini menjadikannya mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia lainnya dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah dalam berbagai manifestasinya, dan dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru.
Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.
Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah. Dar-al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya pada murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar. Mereka ini akan menjadi perwakilan dan penerus dari apa yang kini telah menjadi perjuangan asli demi memperbaharui ajaran Islam tradisional di abad ke-15 setelah hari kebangkitan. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia serta menyediakan kesempatan bagi orang-orang awam yang kesempatan tersebut dahulunya telah dirampas dari mereka.
Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.

My Kaligrafi Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ My Kaligrafi Slideshow Slideshow ★ to Jeddah. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor

Jika usia kita dua puluh tahun, lebih kurang enam tahun atau tujuh tahun kita didera kegelisahan. Jika ejawantah rasa gelisah itu beraneka, maka memang ianya akan kembali pada masing-masing pribadi kita. Selalu ada pilihan. Dan konsekuensi dari pilihan adalah tanggungjawab yang akan dipertanyakan. Ada kala sang gelisah menjadi kegenitan yang kita nikmati. Ada kala menjadi ketertekanan jiwa yang tak menghasilkan apa-apa. Atau menjadi motivasi amal yang luar biasa saat terampil mengelola. Saya pilih yang terakhir.

Tetapi bagaimanapun, seperti kata Imam Ahmad, jika seorang pemuda tak berkeinginan untuk segera menikah, hanya ada dua kemungkinannya. Diragukan, atau banyak banyak bermaksiat. Ada yang bersikukuh menunggu usia 25 tahun. Sunnah Rasul katanya. Padahal Muhammad jadi Rasul di usia empat puluh tahun, bukan sebelum dua puluh lima. Mungkin lebih tepat sunnah Muhammad namanya. Dan sunnah Rasul tentunya berbunyi,

                Wahai sekalian pemuda, siapapun di antara kalian yang berkemampuan dalam ba`ah, maka hendaklah ia menikah. Sungguh ia, lebih tunduk bagi pandangan dan lebih suci bagi kemaluan. Dan barangsiapa belum berkemampuan, maka hendaklah ia berpuasa. Sungguh puasa itu benteng baginya. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Nah, kita sudah lihat hadis di atas bukan? Apakah di sana ada patokan umur tertentu dimana kita harus menikah di umur tersebut? Ah. Sama. Saya juga menjawab dengan jawaban yang sama. Tidak ada. Yang ada hanyalah ba`ah. Memang begitulah kita memaknai “usia pernikahan kita”. Tetapi memang, bagi siapapun yang belum memiliki kemampuan, berarti ia termasuk dalam katagori pengecualian. Dan mungkin pengecualian itu sedikit. Apakah anda dan saya termasuk yang dikecualikan? Entahlah.

Mayoritas ulama menafsirkan ba`ah yang dimaksud Rasulullah dalam hadis tersebut sebagai kecenderungan atau kemampuan untuk melakukan hubungan biologis. Itu artinya, jika kita telah mampu melakukan ba`ah, maka tuntunan menikah telah hadir saat itu juga.

Jika dikatakan sedikit, maka Ali Ra menikah di usia 18, Usamah bin Zaid 16 tahun, lantas, berapa tahun lagi kita harus menunggu menikah?

Seingat saya, sejak duduk di bangku SMA saya pernah memikirkan untuk menikah muda. Yah, dua puluh tahunan-lah kira-kira. Misinya memang sudah saya rumuskan ketika duduk di bangku SMA kelas 3. Tapi saya baru memikirkannya sekarang. Begini kira-kira, masih SMA saya nulis buku. Semester satu di perkuliahan nulis buku lagi. Semester dua, jadikan buku tulisan saya best seller. Semester tiga berinvestasi dan punya perusahaan sendiri-sendiri. (Yang ini baru terrealisasi lewat travel pesawat kecil-kecilan). Semester empat? Nikah deh.

Ya. Hanya mimpi SMA saja. Itu artinya, jika memang Allah tidak menghendak demikian, berarti itulah yang terbaik. Semoga saja saya termasuk yang dikecualikan.

Eh… Jadi kapan menikahnya? Wallahu a`lam. Yang jelas, saya tidak ingin mencari. Siapa tahu ada yang orang tua yang nawarin. Atau ada seorang gadis yang berani mengungkapkan rasa cintanya pada saya. GR? Saya rasa tidak.
Sebab, saya berusaha membedakan antara istilah nikah terburu-buru dan nikah dini. Orang yang menikah di usia 20 tahun, jika persiapannya telah dimulai sejak usia 15 tahun, itu tidak dinamakan terburu-buru. Lain halnya jika ada seorang yang menikah di usia 30 tahun, tapi persiapannya dimulai sejak umur 29.5, itu terburu-buru/tergesa-gesa namanya.

Lha, bagaimana dengan Anda?

Untuk kita kaum adam, waspadalah grafik yang kuadratis, lalu berbalik linear tegak di angka 40 tahun. Brughh…! ini adalah gambaran pertimbangan menikah kita. Semakin bertambah usia, kita akan menjadi lebih dewasa. Maaf, dewasa yang saya maksud di sini bukan makna dewasa dalam arti sebenarnya. Maksud saya, mungkin suatu saat kita akan menjadi lebih kritis-rasionalis dalam memandang segala sesuatu. Tidak lagi emosional. Tidak ada lagi kata nekat untuk menikah, karena kata cinta pun terrasionalisasi-kan oleh nalar matang-matang.

Hasilnya? Mungkin pertimbangan menikah kita akan menjadi semakin pelik dan rumit. Segalanya diukur dan ditakar dengan sangat MATANG. Kalau seorang wanita – calon isteri – berdasarkan riset saya dari buku bacaan dan diskusi langsung dengan pihak yang terlibat, mereka akan berkecendrungan begini, dianaslisis nanti dan hasilnya pasti akan begitu. Kalau sifatnya begitu, nanti pasti akan begini. Nah, khawatir saya yang berperan di sini adalah zhan (prasangka), sesuatu yang oleh Allah pun disebut tidak memberi manfaat bagi kebenaran, dan mudah diambil alih kendalinya oleh syaithan.

Bingung? Maksudnya begini. Semakin bertambah usia kita, kita akan semakin perfeksionis tentang kriteria calon pendamping kita. Kita kembalikan pembicaraan ini kepada kaum adam, saya mendapati sekian banyak kasus yang menunjukkan hal ini. Beberpa laki-laki yang diproses ke arah pernikahan pada usia 28,  29, 30, 31 dan sekitar itu menunjukkan gejala unik. Begitu mengetahui sedikit kekurangan pada calon yang diajukan, - sebenarnya bukan kekurangan tapi ketidaksesuaian dengan apa yang diharapkan - , maka akan meluncur kata-kata “Maaf. Kelihatannya saya belum bisa melanjutkan proses ini, ada beberapa hal yang masih mengganjal…dst.” Atau ya semacan itulah.
Justru saya berpikir di usia-usia itu bagi kaum laki-laki bukanlah bagaimana kita memikirkan menikah dengan siapa, akan tetap memikirkan bagaimana mendidik anak kita agar menjadi lebih baik.  sebab usia-usia itu paling rewel bagi seorang laki-laki untuk menikah. Antara yang bertarbiyyah dengan yang tidak sama sekali tidak ada bedanya.

Terus, gimana dong? Ambil sendiri kesimpulannya.

Ah, ini hanya sedikit ceritaku, bagaimana ceritamu? Hehe…

Suatu hari Nabi Musa As. berpidato di hadapan kaumnya yaitu Bani Israil. Nabi Musa As. menyampaikan nasihat yang melunakkan hati dan membuat air mata bercucuran. Begitulah para Nabi manakala mereka memberi nasihat. Nasihat mereka melunakkan hati yang keras dan melecut jiwa yang malas. Hal itu karena hati dan jiwa mereka dipenuhi dengan rasa takut dan cinta kepada Allah Swt. Mereka diberi kemampuan untuk menjelaskan dan dikaruniai dengan ilmu yang banyak.
Banyak orang ketika mereka mendengar orasi dari para orator ulung sampai terkagum-kagum. Terlebih jika mereka adalah Nabi-Nabi Allah. Setelah Nabi Musa As. menyelesaikan khutbahnya, dia diikuti oleh seorang laki-laki yang meninggalkan tempat perkumpulan. Laki-laki ini bertanya kepada Nabi Musa As., "Apakah di bumi ini terdapat orang yang lebih alim darimu?" Nabi Musa As. menjawab, "Tidak."
Nabi Musa As. adalah salah seorang Rasul yang mulia. Dia termasuk dari lima Rasul yang digelari Ulul Azmi. Nabi Musa As. menempati urutan ketiga diantara para Nabi dan Rasul yang mendapat gelar Ulul Azmi. Nabi Ibrahim As. berada di urutan kedua dan Nabi Muhammad Saw. di urutan pertama. Nabi Musa As. adalah Kalimullah (Nabi yang berbincang dengan Allah). Allah Swt. memberinya kitab Taurat yang berisikan cahaya dan petunjuk. Allah Swt. mengajarkannya banyak ilmu. Akan tetapi, seberapapun tingginya ilmu seorang hamba, dia haruslah tetap bertawadhu kepada Tuhannya. Jika dia ditanya dengan pertanyaan seperti itu, semestinya dia menjawab, "Wallahu a'lam." Seberapa pun ilmu yang dimiliki oleh seseorang tetaplah tidak ada bandingannya dibandingkan dengan ilmunya Allah Swt.
Allah Swt. mencela Nabi Musa As. yang tidak mengembalikan ilmu kepada-Nya. Allah Swt. mewahyukan kepadanya, "Ada, ada yang lebih alim darimu. Aku mempunyai seorang hamba di tempat bertemunya dua laut. Dia memiliki ilmu yang tidak kamu miliki." Manakala Nabi Musa As. menyimak hal itu, dia pun bertekad ingin menemui hamba shalih tersebut untuk menimba ilmu darinya. Nabi Musa memohon kepada Allah Swt. agar menunjukkan tempat keberadaannya. Allah Swt. memberitahu bahwa dia berada di tempat bertemunya dua laut. Allah Swt. memerintahkan Nabi Musa As. supaya membawa serta ikan yang telah mati. Musa akan menemukan hamba shalih itu di tempat di mana Allah Swt. menghidupkan ikan itu. Nabi Musa As. berjalan dengan seorang pemuda temannya menuju tempat bertemunya dua laut.
Dia meminta kepada si pemuda agar memberitahu jika ikan itu hidup. Keduanya sampai di sebuah batu di pantai. Nabi Musa As. berbaring di balik batu untuk beristirahat karena perjalanan panjang yang membuatnya letih. Di tempat itulah ikan itu bergerak- gerak di dalam keranjang. Dengan kodrat Allah Swt. ia hidup, melompat ke laut, membuat jalan yang terlihat jelas. Maka airnya berbentuk seperti pusaran, dan Allah Swt. menahan laju air dari ikan tersebut.
Si pemuda melihat ikan yang hidup itu, tetapi dia tidak menyampaikannya kepada Nabi Musa As. karena dia sedang tidur. Setelah terbangun, dia lupa menyampaikan perkara ikan tersebut kepada Nabi Musa As. Pemuda itu belum teringat kecuali setelah keduanya pergi dari tempat itu. Pada hari itu dan pada malam itu keduanya terus berjalan.
Pada hari berikutnya, ketika waktu makan siang telah tiba, Nabi Musa As. meminta pemuda itu untuk menghidangkan makan siang mereka berdua. Makanan mengingatkan pemuda itu kepada ikan, maka dia pun menyampaikan perkara ikan tersebut kepada Nabi Musa As. Ikan itu telah lompat pada saat keduanya beristirahat di batu kemarin. Perjalanan keduanya cukup mudah. Keduanya melewati tempat yang ditentukan, hingga kelelahan. Nabi Musa As. dan temannya berjalan berbalik menyusuri jejak semula yang telah mereka lalui, demi menuju ke batu tempat mereka beristirahat. Laki-laki yang dicari oleh Nabi Musa As. berada di sana di tempat di mana ikan itu lepas. Sampailah keduanya di batu itu. Keduanya mendapati seorang hamba shalih sedang berbaring di atas tanah yang hijau tertutup oleh kain, ujungnya di bawah kakinya dan ujung lainnya di bawah kepalanya.
Nabi Musa As. langsung memberi salam, "Assalamu'alaikum." Sepertinya daerah itu adalah daerah kafir. Oleh karenanya, hamba shalih tersebut merasa sangat aneh mendengar salam di daerah itu. Dia menjawab, "Dari mana salam di bumiku." Kemudian hamba shalih itu bertanya siapa Musa. Nabi Musa As. memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan maksud kedatangannya. Dia datang untuk menyertainya dan belajar ilmu yang berguna darinya.
Hamba shalih itu berkata mengingkari perjalanan Nabi Musa As. kepada dirinya, "Apa kamu tidak merasa cukup dengan apa yang ada dalam kitab Taurat dan kamu diberi wahyu?" Kemudian hamba shalih itu menyampaikan bahwa ilmu mereka berdua berbeda, walaupun sumber keduanya adalah satu. Hanya saja, masing-masing mempunyai ilmu yang berbeda yang Allah Swt. khususkan untuknya. "Wahai Musa, sesungguhnya aku memiliki ilmu yang Allah ajarkan kepadaku yang tidak kamu ketahui. Kamu juga mempunyai ilmu yang Allah ajarkan kepadamu yang tidak Allah ajarkan kepadaku."
Nabi Musa As. meminta agar diizinkan untuk menyertainya dan mengikutinya. Dia menjawab, "Kamu tidak akan bisa bersabar bersamaku." Nabi Musa As. pun berjanji akan sabar dengan izin dan kehendak Allah Swt. Hamba shalih itu mensyaratkan atas Nabi Musa As. agar tidak bertanya tentang sesuatu sampai dia sendiri yang nanti akan menjelaskan dan menerangkannya.
Nabi Musa As. dan Nabi Khidhir As. berjalan di pantai. Keduanya hendak menyeberang ke pantai yang lain, dan mendapatkan perahu kecil yang akan menyeberangkan para penumpang di antara kedua pantai. Orang-orang sudah mengenal hamba shalih itu, maka mereka menyeberangkannya bersama dengan Nabi Musa As. ke pantai seberang secara gratis.
Nabi Musa As. dan Nabi Khidhir As. melihat seekor burung yang hinggap di pinggir perahu. Burung itu mematok air dari laut sekali, maka hamba shalih berkata kepada Nabi Musa As., "Demi Allah, ilmumu dan ilmuku dibandingkan dengan ilmu Allah hanyalah seperti yang dipatokkan burung itu dengan paruhnya dari air laut."
Ketika keduanya berada di atas perahu, Nabi Musa As. dikejutkan oleh Nabi Khidhir yang mencopot sebuah papan kayu dari perahu itu dan menancapkan patok padanya. Nabi Musa As. lupa akan janjinya, dengan cepat dia mengingkari.
Pengrusakan di bumi adalah kejahatan, yang lebih jahat jika dilakukan kepada orang yang memiliki jasa kepadanya, "Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya kamu telah berbuat suatu kesalahan besar." (QS. Al-Kahfi: 71). Di sini hamba shalih itu mengingatkan Musa akan janjinya, "Bukankah aku telah berkata, 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama denganku." (QS. Al-Kahfi: 72). Pertanyaan Nabi Musa As. yang pertama ini dikarenakan dia lupa, sebagaimana hal itu dijelaskan oleh Rasulullah Saw.
Nabi Musa As. dan Nabi Khidhir terus berjalan. Nabi Musa As. dikejutkan oleh Nabi Khidhir yang menangkap anak kecil yang sehat dan lincah. Nabi Khidhir menidurkan dan menyembelihnya, memenggal kepalanya. Di sini Nabi Musa As. tidak sanggup untuk bersabar terhadap apa yang dilihatnya. Dengan tangkas dia mengingkari, sementara dia menyadari janji yang diputuskannya. "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang munkar." (QS. Al-Kahfi: 74)
Pengingkaran Nabi Musa As. dijawab oleh hamba shalih itu dengan pengingkaran, "Bukankah sudah aku katakan bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat bersabar bersamaku?" (QS. Al-Kahfi: 75)
Di sini Nabi Musa berhadapan dengan kenyataan yang sebenarnya, bahwa dia tidak mampu berjalan menyertai laki-laki ini lebih lama lagi. Nabi Musa tidak kuasa melihat perbuatan seperti ini dan diam. Hal ini kembali kepada dua perkara. Pertama, tabiat Nabi Musa. Nabi Musa dengan jiwa kepemimpinan yang dimilikinya sudah terbiasa menimbang segala sesuatu yang dilihatnya. Dia tidak terbiasa diam jika menyaksikan sesuatu yang tidak diridhainya.
Dan kedua, dalam syariat Nabi Musa, pembunuhan seorang anak adalah sesuatu kejahatan. Bagaimana mungkin Nabi Musa tidak mengingkarinya, siapa pun pelakunya. Dalam hal ini Musa mengakui kepada hamba shalih tersebut. Musa memohon kesempatan yang ketiga dan yang terakhir. Jika sesudahnya Nabi Musa bertanya, maka dia berhak untuk meninggalkannya.
Keduanya lantas berjalan, hingga tibalah di sebuah desa yang penduduknya pelit. Nabi Musa dan Nabi Khidhir meminta kepada mereka hak bertamu. Namun mereka berdua hanya mendapatkan penolakan dari mereka. Walaupun demikian, Nabi Khidhir memperbaiki tembok di desa itu yang miring dan hampir roboh. Ini perkara yang aneh. Mereka menolak menerima keduanya sebagai tamu, tapi hamba shalih ini memperbaiki tembok mereka dengan gratis.
Di sini Nabi Musa As. memilih berpisah. Hal ini ditunjukkan oleh pertanyaan Nabi Musa As. kepada hamba shalih tentang alasan dia memperbaiki tembok secara gratis, padahal tembok itu dimiliki oleh kaum yang menolak mereka.
Seandainya Nabi Musa As. bersabar menyertai hamba shalih ini, niscaya kita bisa mengetahui banyak keajaiban dan keunikan yang terjadi padanya. Akan tetapi Nabi Musa As. memilih berpisah setelah hamba shalih ini menerangkan tafsir dari perbuatannya dan rahasia yang terkandung dari perilaku yang dilakukannya. Dan perkara ini tercantum dalam surat Al-Kahfi.
Adapun tiga hikmah yang ada dibalik tiga kejadian yang 'diajarkan' oleh Nabi Khidir kepada Nabi Musa adalah :
Kejadian pertama adalah ketika Nabi Khidir menghancurkan perahu yang mereka tumpangi karena perahu itu dimiliki oleh seorang yang miskin dan di daerah itu tinggallah seorang raja yang suka merampas perahu miliki rakyatnya. Ini sesuai dengan firman Allah Swt. "Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera." (QS Al-Kahfi: 79)
Kejadian yang kedua adalah ketika Nabi Khidir menjelaskan bahwa beliau membunuh seorang anak karena kedua orang tuanya adalah pasangan yang beriman dan jika anak ini menjadi dewasa dapat mendorong bapak dan ibunya menjadi orang yang sesat dan kufur. Kematian anak ini digantikan dengan anak yang shalih dan lebih mengasihi kedua bapak-ibunya hingga ke anak cucunya. Ini sesuai dengan firman Allah Swt. "Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya)." (QS Al-Kahfi: 80-81)
Kejadian yang ketiga (terakhir) adalah dimana Nabi Khidir menjelaskan bahwa rumah yang dinding diperbaiki itu adalah milik dua orang kakak beradik yatim yang tinggal di kota tersebut. Didalam rumah tersebut tersimpan harta benda yang ditujukan untuk mereka berdua. Ayah kedua kakak beradik telah meninggal dunia dan merupakan seorang yang shalih. Jika tembok rumah tersebut runtuh, maka bisa dipastikan bahwa harta yang tersimpan tersebut akan ditemukan oleh orang-orang di kota itu yang sebagian besar masih menyembah berhala, sedangkan kedua kakak beradik tersebut masih cukup kecil untuk dapat mengelola peninggalan harta ayahnya. Ini sesuai dengan firman Allah Swt. "Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya". (QS Al-Kahfi: 82)
Akhirnya Nabi Musa As. sadar hikmah dari setiap perbuatan yang telah dikerjakan Nabi Khidir. Akhirnya mengerti pula Nabi Musa dan merasa amat bersyukur karena telah dipertemukan oleh Allah dengan seorang hamba Allah yang shalih yang dapat mengajarkan kepadanya ilmu yang tidak dapat dituntut atau dipelajari yaitu ilmu laduni. Ilmu ini diberikan oleh Allah SWT kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Nabi Khidir yang bertindak sebagai seorang guru banyak memberikan nasihat dan menyampaikan ilmu seperti yang diminta oleh Nabi Musa as. dan Nabi Musa menerima nasihat tersebut dengan penuh rasa gembira.

Saat ini Lagi panasnya kasus seorang dai kondang dengan seorang wanita muda. Aku jadi ingat kisah dua orang malaikat yang diberi nafsu manusiawi yaitu malaikat Harut dan Marut.

Surah al Baqarah:102

Alam Malaikat adalah yang alam tinggi di alam langit. Para malaikat berkumpul, mereka berbisik sesama mereka dan teringat firman Allah kepada mereka “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khlifah di muka bumi” al Baqarah:30 Lalu mereka berkata “mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, pada hal kami sentiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau” Tuhan berfirman sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui” al Baqarah:30

Allah telah mengajarkan Adam nama nama benda seluruhnya, menempatkan Adam di dalam syurga, mencipta Hawa sebagai isteri kepada Adam dan rakan kongsinya sehinggalah Adam mengengkari perintah Allah dengan memakan buah dari pohon khuld dan akhirnya Adam di keluarkan dari syurga dan di campakkan ke dunia. Bermula kehidupan Adam dan Hawa di dunia. Lahir zuriat Adam di dunia dan akhir berlaku pembunuhan pertama Qabil ke atas Habil. Selepas itu zuriat anak Adam terus berkembang dan bertambah ramai di dunia. Akhirnya dunia penuh dengan dosa dosa keturunan Adam.

Mereka lupa tugas mereka sebagai khalifah Allah di bumi. Mereka membuat berhala lalu mereka menyembah berhala tersebut. Begitulah berlalu kehidupan manusia yang penuh kelalaian, penuh kemaksiatan, mencuri, merampas hak sesama mereka dan membunuh antara satu sama lain dan dunia diselubungi kezaliman. Kesemua ini dicatat oleh malaikat sehingga buku catatan mereka menjadi gelap hitam gelemat, lalu malaikat pun berkata beginikah keadaan khalifah Allah di bumi?kenapa Allah memilih mereka menjadi khalifah sedangkan mereka mengengkariNya?

Lalu Allah berfirman kepada para malaikat “jika sekiranya Aku menjadikan kamu semua seperti manusia nescaya kamu juga akan melakukan seperti apa yang telah berlaku dikalangan manusia”

Malaikat menjawab; wahai Tuhan! Maha Suci Engkau kami sekali kali tidak akan mengengkari Kamu. Maka Allah berfirman lagi;pilihlah dua malaikat dari kalangan kamu. Lalu para malaikat memilih Harut dan Marut kerana mereka berdua adalah yang paling terbaik beribadat kepada Allah dari kalangan malaikat. Firman Allah ” dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil iaitu Harut dan Marut” al Baqarah:102 .

Babil atau dikenali dengan Babylon di Iraq. Babylon ketika penuh dengan kemewahan, keseronokkan dan kemaksiatan. Wanita wanita cantik dan jelita berada di mana mana saja, arak juga terdapat di merata tempat, alunan muzik dapat didengari dari semua kedai dan kelab dan perkara keji dan jahat berleluasa.
Di sana sini terdapat kelompok manusia berpesta mengelilingi wanita cantik yang sedang menyayi dan menari dalam separuh bogel. Ada sebahagian mencuri barang barang orang, kerana mereka lalai dan leka melihat wanita menyayi dan menari.

Kesemua hal keadaan ini dilihat dan didengari oleh Harut dan Marut, setelah Allah SWT menukar mereka menjadi manusia dan mencampak mereka berdua di Babil. Harut dan Marut berada di Bandar Babil, mereka berdua sentiasa memelihara kesucian dan keputihan malaikat, sesiapa saja akan tertarik dan tergoda dengan kerupawanan mereka berdua.

Setelah lama berjalan jalan di kota Babil mereka berdua merasa letih. Harut pun berkata; aku terasa sesuatu di dalam dadaku, begitu juga di kepalaku seolah olah badanku berat seperti bukit sehingga kakiku tidak mampu memikulnya.
Marut menyahut kata kata Harut; aku berasa seperti yang kamu rasa tetapi perutku amat terasa sakit.
Harut menjawab; itu bunyi perut yang lapar, wahai saudaraku! Sesungguhnya kita telah jadi seperti manusia, ketika kita malaikat tidak pernah merasa lapar dan dahaga bahkan kita sentiasa bertasbih dan menyucikan Allah. Lalu Harut mendonggak ke langgit berdoa kepada Allah supaya Allah memberi mereka makanan. Tiba tiba mereka tercium aroma daging bakar yang memenuhi rongga hidung mereka berdua.Mereka berdua segera pergi mencari ke arah aroma daging bakar, akhirnya mereka sampai ke majlis keramaian. Mereka dapati ramai manusia sedang berjamu selera dalam majlis tersebut.
Mereka terus masuk ke dalam majlis itu, tetapi rasa mulia yang ada dalam diri mereka berdua menjadi penghalang dari mereka meminta makanan dari tuan majlis. Bagaimana mereka menyembunyi bunyi perut yang lapar dari terus berbunyi?Lalu mereka berdua pergi duduk dekat dengan tuan majlis itu. Mereka melihat orang ramai makan dengan sayu. Orang ramai juga memperhatikan Harut dan Marut, kemudian tuan majlis merasa kasihan lalu menjemput mereka makan. Mereka makan bersama orang ramai sehingga kenyang dan perut mereka tidak lagi berbunyi.

Selesai makan, mereka pun memperhatikan semua orang ramai yang sedang makan, mereka memperhatikan seluruh tempat di dalam majlis itu. Akhirnya mata mereka berdua terpaku melihat kecantikan dan kejelitaan seorang wanita, wajahnya cantik bak bulan purnama. Itulah Zahrah ratu cantik di Babil. Harut dan Marut tersedar dari lamunan, dan rasa bersalah kerana telah melakukan dosa. Harut dan Marut pun segera beristighfar dan bertaubat dari dosa tersebut. Rasa terlalu malu atas dosa tersebut hampir hampir membunuh mereka berdua. Penyesalan jelas terpancar dari riak muka mereka.

Tetapi setelah perasaan penyesalan berlalu, syahawat datang kembali sekali lagi mereka memandang Zahrah dengan asyik sekali, sehinggalah suara iman dalam hati mereka memberontak dan berkata ini nafsu dan bujukan syaitan. Suara iman mengatasi syahawat mereka segera beristighfar kepada Allah SWT. Mereka memikirkan bagaimana hendak mengatasi masalah itu?

Akhirnya mereka dapat jalan penyelesaian.Hanya itu saja jalan penyelesaian bagi mereka iaitu bersegera meninggalkan majlis . Harut dan Marut sepakat, mereka mestilah segera meninggal majlis dan bertaubat kepada Allah. Lalu mereka terus melangkah keluar dari majlis, setelah agak jauh meninggal majlis tersebut, perasaan syahawat mereka meronta ronta untuk melihat Zahrah, mereka serentak berpaling untuk kembali kepada Zahrah, tetapi sekali bisikan iman mereka mengatasi bujukan syahawat dan mereka meneruskan perjalanan, lari jauh meninggal majlis itu.

Dalam perjalanan itu Harut dan Marut tidak bercakap terus membisu, sambil itu kedua dua tertanya tanya apakah yang telah mereka lakukan sanggup mengingkari perintah Allah dengan melihat kepada perkara yang diharamkan ke atas mereka.

Harut pun berkata kepada Marut; nafsu manusia buruk dan keji mendorang kita melakukan maksiat kepada Allah. Alangkah keji nafsu manusia!

Marut menjawab; mungkin perasaan engkau sama seperti apa yang aku rasai sekarang! Ya aku takut tempat kembali kita adalah neraka, yang menjadi tempat balasan orang orang durhaka kepada Allah
Harut menjawab; tidak! Tidak! Jangan takut kita mesti berusaha mengalah syahawat dan memaksa nafsu agar mengikut bisikan iman.Kita mesti terus beristighfar dan bertaubat kepada Allah dan mesti meninggal terus tempat maksiat dan pergi ke tempat jauh dari manusia dan tidak ada maksiat.

Setelah senja matahari pun terbenam mereka masih meneruskan dan berhenti dengan kaki bukit, masih ada lagi cahaya kemerahan di kaki langit, beransur ansur bertukar menjadi gelap, kelipan kelipan cahaya bintang jauh di langit. Harut dan Marut khusyuk menunaikan solat dan bertasbih kepada Allah sambil memohon taubat ke atas dosa yang telah mereka lakukan
Keadaan malam terus gelap gulita, semua makhluk di dunia sedang nyenyak tidur. Manakala Harut dan Marut terus menerus bersolat, tiba tiba mereka terdengar tiupan angin yang mendayu dayu lalu terbit suara yang kuat, seolah olah suara perempuan meraung kehilangan anaknya dan timbul perasaan takut menyelubungi mereka berdua, tambah lagi dengana kedinginan malam yang menggigilkan tubuh badan mereka. Mereka amat ketakutan dan kesejukan, lalu mengambil keputusan untuk kembali ke bandar untuk menghilangkan rasa kesejukan dan ketakutan.

Setelah sampai di bandar, Harut berkata: dah kembali balik!!! Tanya Marut apa yang kembali balik? Harut menjawab; rasa kelaparan yang menyakitkan perut ku. Kata Marut; Kita dah jadi hamba kepada perut, celakalah perut ini yang tidak pernah kenyang! Harut; kita perlu mencari makanan. Marut; jika kita dapat makanan dan kenyang, adakah kita tak lapar lagi?Kita mesti bekerja untuk membeli makanan. Kerja apa yang kita boleh buat? Serah urusan kepada Allah, kita akan dapat kerja dan Insya Allah akan memberi rezeki harta cukup kepada kita.

Keadaan sianghari Babylon penuh dengan kemewahan, keseronokkan dan kemaksiatan. Wanita wanita cantik dan jelita berada di mana mana saja, di malam pula pesta minum arak juga terdapat di merata tempat, alunan muzik dapat didengari dari semua kedai dan kelab dan perkara keji dan jahat berleluasa.

Mereka terus berjalan di kota Babil untuk mencari kerja, dan terpandang orang ramai berpusu pusu pergi ke istana yang besar dan mewah, Harut dan Marut mengikut orang ramai pergi ke istana itu. Mereka pun masuk ke dalam istana dan sampai ke dewan yang penuh berbagai makanan dan buah buahan yang lazat. Di hujung meja hidangan duduk seorang lelaki dengan pakaian yang mewah dan cantik, tetapi itu tidak mempesonakan Harut dan Marut, mereka lebih tertarik kepada hidangan makanan dan buah buahan yang lazat dan enak kerana itu saja dapat menghilangkan kelaparan. Lalu tuan istana menyuruh mereka duduk dan makan, ketika mereka berdua sedang asyik makan dengan penuh nikmat, tuan istana memerhati mereka berdua dan ia meminta khadamnya supaya menuang arak dan persilakan mereka minum arak lalu Harut dan Marut menolaknya dengan baik. Tuan Istana amat terkejut kerana masih terdapat dikalangan penduduk Babylon yang tidak minum arak.Setelah itu barulah Harut dan Marut tahu bahawa lelaki itu adalah seorang raja yang sedang dikelilingi oleh menteri menteri dan pembesar pembesarnya.

Raja itu bertitah, semua menteri dan pembesar diam dan mendengar titah raja tersebut. Titah raja berkisar tentang pertikaian tanah antaranya dengan salah seorang pembesarnya. Raja mahukan tanah tersebut dengan cara yang salah. Tidak seorang pun daripada hadirin yang berani mejatuhkan hukuman. Raja tidak peduli kepada menteri menterinya, lalu raja berpaling kepada Harut dan Marut dan bertitah; Aku nak dengar dua orang tetamu ini yang menyelesaikan isu ini.

Semua perhatian menteri dan pembesar raja tertumpu ke arah Harut dan Marut, mereka semua menjangka bahawa Harut dan Marut menyebelahi raja. Tidak pernah terlintas pada pemikiran hadirin bahawa kedua dua tetamu adalah dari malaikat, malaikat hanya mengetahui keadilan. Harut dan Marut telah memutuskan hukuman berdasarkan keadilan dan mengembali hak kepada empunya. Mereka bukan sekadar menjatuhkan hukuman, bahkan mereka mengatakan raja yang bersalah dan zalim kerana merampas hak orang lain.

Semua menteri dan pembesar terdiam dan menanti keputusan raja; raja pun bertitah dengan suara yang lantang; beta melantik kamu berdua menjadi hakim di negeri Babylon. Para menteri dan pembesar bertepuk tangan kerana raja tidak murka dan menjatuhkan hukuman mati sebaliknya melantik mereka menjadi hakim. Begitulah akhirnya Harut dan Marut mendapat kerja di Babylon setelah mereka menyerah urusan kerja kepada Allah.

Harut dan Marut di beri rumah yang berdekatan dengan istana raja. Tidak ada lagi ketakutan, kesejukan, kelaparan, dahaga, dan tidak perlu meminta minta makanan dari orang lain. Mereka amat bersyukur kepada Allah SWT yang memberi kerja dan rezeki dengan menunaikan solat, bertabih memuji kebesaran Allah dan menyucikan. Tetapi ada sesuatu yang amat merisaukan, iaitu hati mereka tidak lagi pernah sekhusyuk dan sebersih seperti sebelum ini.

Inilah kehidupan manusia yang lemah, yang mereka hina ketika berada di alam malaikat. Kemudian datang tamu baru dalam kehidupan mereka, yang tidak pernah dirasai sebelum. Rasa letih, mengatuk dan berat mata sehingga tidak dapat buka. Harut segera membuka matanya dan berkata; mati!!! Wahai Marut! Kita akan matiii! Marut menyahut;Kenapa wahai sahabatku? Jawab Harut ; aku letiiih! mata rasa amat berat hingga tak mampu bukaa! Marut menjawab; aku pun rasa sama seperti kamu! Matiilah kita! Kata Harut lagi;aku rasa kita tak mati lagi…tapi benda lain..? mereka menguap aaah! Aaah! Aaah! Dan bercakap dengan suara terputus putus dan akhirnya langsung tidak dengar lagi suara. Tenanglah penafasan mereka, tidurlah Harut dan Marut dengan nyenyak buat pertama kali, kerana sebelum ini mereka malaikat. Malaikat memang tidak tidur.

Bila Harut dan Marut terjaga dari tidur, matahari sudah terbit dan angin pagi bertiup sepoi sepoi bahasa bermulalah hari baru, dan itulah sinaran cahaya matahari pagi yang pertama mereka rasai. Harut dan Marut merasai betapa nikmat dan segarnya tidur dari keletihan. Uuh! Uuh!uuh! segarnya tidur!

Marut berkata; Wahai sahabatku! aku rasa seolah-olah baru diciptakan.

Dengan kesegaran itu Harut dan Marut dapat memulakan kerja sejak awal pagi. Orang ramai mula datang berjumpa Harut dan Marut, dan meminta penyelesaian kes kes dan pertikaian yang berlaku diantara mereka. Harut dan Marut telah menyelesaikan kes kes dan pertikaian dengan adil dan saksama. Orang pun puas hati dengan pengadilan Harut dan Marut. Nama mereka mula dikenali dan semakin mendapat tempat dan akhirnya mereka menjadi hakim yang terkenal dan dihormati di seluruh Babil.

Setiap kali mereka selesai urusan dengan orang ramai, Harut dan Marut tidak lupa menunaikan solat, memuji kebesaran Allah dan menyucikan sentiasa bersyukur kepadaNya.Tidak menjadi halangan kepada Harut dan Marut, sekali kali raja menjemput mereka makan bersama tetapi dengan syarat tidak adan minuman arak.

Masa terus berlalu dengan pantas. Harut dan Marut terus menyelesaikan segala permasalahan orang ramai dengan adil dan saksama. Mereka tidak pernah walau pun sekali melanggar perintah Allah dalam menyelesaikan kes kes orang ramai.

Suatu hari dalam kesibukan mereka menyelesaikan kes orang ramai, tanpa diduga mereka didatang dengan kes baru, kes itu melibat seorang wanita. Apabila wanita duduk di depan Harut dan Marut, mata mereka berdua terpegun wajahnya cantik, jelita dan senyum ceria… Lalu mereka teringat ha! ha! ha! Ya Zahrah. Jantung mereka berdegup degup dan darah panas mengalir keseluruh badan, mereka berdua berasa hairan apa yang berlaku dalam hati mereka, rasa takut! rasa cinta! rasa benci ! berangan angan! Sungguh ajaib hati manusia. Aaah! Alangkah agungnya ciptaan Allah!

Manakala Zahrah sedang menceritakan kes berlaku ke atasnya…Harut dan Marut sedang berada di awan awangan…berkhayal sambil asyik memandang Zahrah ..tanpa mendengar apa yang diceritakan oleh Zahrah…tiba tiba bisikan iman cuba menghalang mereka dari asyik memerhati Zahrah, mereka cuba memaling pandangan ke arah lain.. tetapi tak mampu kerana ada tolakan syahawat yang lebih kuat untuk melihat Zahrah dengan nafsu, seolah olah bara api membara dalam hati mereka berdua. Sehingakan mereka tidak sedar yang Zahrah telah selesai menceritakan kesnya.

Wahai Tuan Hakim; itulah cerita kes saya dan saya mengharapkan tuan hakim berdua dapat memberi keputusan dengan se adilnya. Harut dan Marut tersedar dari awan awangan, lalu Harut segera menjawab; wahai saudari ! kes kamu memerlukan kajian, kamu datanglah besok. Marut mencelah; ya saudariku! Benar seperti yang dikatakan oleh Harut , besok saja kamu datang. Zahrah memerhati Harut dan Marut, lalu mereka berdua berdiri untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Zahrah. Setelah Zahrah pergi dan hilang dari pandangan, Harut dan Marut menyesal dengan tindakan mereka. Dengan penuh kesal Harut berkata; aaah! Kenapa aku tangguh keputusannya sehingga esok hari ! kenapa aku jadi begini! Wahai sahabatku! Aku takut..masuk neraka disebabkan oleh wanita ini!Cepat kita segera bertaubat kepada Allah SWT.

Keesokannya Zahrah segera pergi ke majlis Hakim, menunggu gilirannya untuk berjumpa dengan Hakim. Pada malam itu Harut dan Marut tidak dapat kerehatan yang cukup, tidur mereka berdua terganggu dengan kes Zahrah…Mereka berazam apabila Zahrah datang, mereka tidak akan memandang wajahnya. Tiba giliran Zahrah, dengan senyuman yang manis Zahrah masuk berjumpa Harut dan Marut. Senyuman manis membuatkan Harut terlupa azamnya untuk tidak memandang wajah Zahrah. Begitu juga Marut terlupa taubat untuk mengulangi dosa yang sama,bila Zahrah masuk untuk mendapatkan keputusan kesnya. Setelah lama berbual dengan Zahrah, tanpa disedari mereka pun menjatuhkan hukuman yang tidak adil kepada Zahrah. Selepas hukuman ke atasnya diputuskan , dia pun bangun dan bergegas keluar, mereka berdua serentak bertanya; saudari hendak ke mana? Zahrah menyahut ; saya nak pergi sembah matahari dekat berhala, marilah ikut saya. Harut dan Marut menjawab bersama; apa kami nak buat? Jawab Zahrah; kamu berdua bersembahyang dengan saya. Mereka jawab; kami sekali kali tidak sembah selain dari Allah.

Tetapi Zahrah tak peduli dan terus pergi. Bila Zahrah dah hilang dari pandangan mereka, masing masing menyalah diri sendiri kenapalah mereka bersikap demikian dan teringat janji dan azam yang mereka untuk tidak mengulangi dosa yang samabila berjumpa dengan Zahrah. Lalu Harut berkata; wahai sahabatku! sesungguhnya rahmat Allah amat luas, segeralah kita bertaubat kepada Allah SWT.

Pada malam tersebut Harut dan Marut tertidur sehingga ke pagi tanpa solat, istighfar dan bertaubat kepada Allah. Bila Hari siang, mereka berdua pergi ke rumah Zahrah dan tidak pergi ke majlis Hakim. Setelah sampai di rumah Zahrah, mereka terus mengetuk pintu dengan senyuman manis dia membuka pintu dan mempelawa mereka masuk, dan dipelawa duduk di ruang tamu. Zahrah terus ke dapur mengambil minuman untuk kedua dua tamunya. Zahrah menyediakan minuman arak dan menjemput Harut dan Marut minum. Harut dan Marut tidak minum arak yang dihidang Zahrah. Zahrah merajuk dan marah , bila melihat mereka tidak minum hidangannya. Harut dan Marut memujuk janganlah marah! Marilah kita berdamai. Saya boleh berdamai dan tak marah dengan syarat kamu berdua minum hidangan saya, oleh kerana tidak mahu mengecilkan hati Zahrah mereka berdua pun minum arak.

Mereka pun mabuk, tiba tba ada seorang tetamu datang Zahrah, tetamu nampak Harut dan Marut di dalam rumah Zahrah, Harut dan Marut menjadi gelisah, terlintas dalam benak mereka berdua; Habis! Habis! Habislah! Kami jika tamu ini mendedah rahsia kami.Tanpa disedari dan pengaruh arak , mereka berdua bangun mencekik tamu sehingga mati, kasihan! Apakah dosa tamu itu, melainkan dia nampak mereka berdua di rumah Zahrah.

Setelah habis kesan pengaruh arak, mereka pun sedar apa yang telah mereka lakukan dan rasa amat menyesal, amat sedih sehingga mereka berdua berusaha untuk terbang ke langit tetapi tidak mampu kerana dosa yang mereka lakukan terlalu besar dan berat.Kemudian Harut dan Marut terdengar seruan dari langit; kamu berdua pilih samada kamu di azab di dunia atau di akhirat! Harut dan Marut memilih azab di dunia, lalu mereka berdua terus diazab sehingga Hari Kiamat.

Rujukan :-
Cerita cerita dalam al Quran
Tafsir Ibnu Kathir
http://ustmuhammad.wordpress.com

Kalau malaikat diberi nafsu saja seperti itu, apalagi manusia biasa atau ustad kondang sekalipun,atau orang biasa seperti kita ya? Benarlah kalau jihad zaman sekarang adalah perang terhadap hawa nafsu kita sendiri.

Cara Cepat Mendatangkan 1000 Pengunjung Ke Blog Anda Per Hari  - Jurus rahasia meningkatkan trafik blog dengan cara mendatangkan ribuan visitor/pengunjung ke blog anda per hari sebenarnya dapat dipelajari dengan mudah oleh siapa saja. Dengan semakin bertambahnya jumlah pengunjung berarti mengindikasikan bahwa blog anda sudah terindeks dengan baik di search engine dan populer di kalangan blogger. Trus bagaimana cara mudah supaya mendapatkan jumlah pengunjung blog yang banyak ? Dalam tips blogging kali ini saya akan  share cara atau trik untuk menambah jumlah pengunjung dengan jurus hebat tapi bisa jadi sedikit nyeleneh, atau kalo ada yang mau bilang gue sableng nggapapa deh he he he. Artikel ini saya dedikasikan untuk sahabat “kecil” saya si honey bunny sweety bebybugg…”I love your style bugg !!”.
Cara Meningkatkan Trafik Blog :
1.       Mulailah belajar Optimasi Search Engine
Optimasi search engine atau SEO (Search Engine Optimization) bukanlah hal yang sulit untuk dipelajari. Kalau sejak awal anda mengatakan SEO itu sulit atau rumit, maka saya pastikan anda akan gagal mempelajarinya. Penerapan jurus SEO ini banyak sekali, diantaranya adalah membuat meta tag deskripsi dan keyword pada template, membuat meta tag title, pengaturan tag heading yang seo friendly dan masih buanyak lagi. Sebagai permulaan yang baik, saya sarankan sobat untuk membaca artikel beginilah cara search engine membaca blog anda.
2.       Pelajari jurus “Cara Menembak Keyword”.
Jika optimasi di dalam blog sendiri (seo off page) sudah bisa anda terapkan, selanjutnya pelajari juga bagaimana cara menempatkan keyword atau kata kunci pada artikel yang anda tulis. Artikel yang saya tulis dengan keyword PES 2012 adalah contoh praktek saya nembak keyword dan alhamdulillah sukses. Ajang kontes-kontes SEO juga menjadi tempat praktek yang bagus untuk sobat menguji pemahaman tentang keyword. Dulu saya pernah diingatkan oleh seorang blogger senior agar jangan pernah takut bersaing dengan blog lain yang berpagerank tinggi atau rangking Alexanya sudah sangat tinggi. Sepanjang blog saingan anda masih dibawah PR4, sikat saja..!! Silahkan saja buat artikel yang sama dan dengan keyword yang sama, yang penting BUKAN COPY PASTE. Yakinlah bahwa anda pun bisa membuat artikel yang bagus dengan gaya bahasa anda sendiri, sebab jika anda terbiasa menjadi “Tukang Copas” berarti anda tidak memiliki mental seorang blogger sejati.
3.       Manfaatkan momentum atau saat yang tepat untuk menulis artikel.
Menulis sebuah artikel dengan tema yang sedang hangat dibicarakan orang banyak dijamin dapat mendatangkan jumlah pengunjung blog yang banyak. Misalnya saja saat ini artis dangdut Ayu Ting Ting sedang booming dan ramai di liput oleh banyak media massa maupun elektronik. Nah gunakan kesempatan ini untuk menulis artikel tentang profil Ayu Ting Ting, Lirik Lagu Ayu Ting Ting, Perjalanan Hidup Ayu Ting Ting dan lain-lain. Sebagai bocoran, saat ini yang lagi banyak diketikkan orang di bar pencarian google adalah kata kunci Foto Syur Ayu Ting Ting hi hi.
4.       Buatlah artikel yang unik dan judul yang mengundang perhatian orang banyak.
Artikel yang unik dan berkualitas bukan berarti harus artikel dengan topik tentang seo, software, game atau tips blogging saja. Namun sobat dapat berekspresi dengan bebas dalam menentukan topik yang mau diposting, yang penting masih sesuai dengan tema blog anda. Beberapa hari yang lalu tanpa sengaja saya nyasar ke sebuah situs konyol bernama Tololpedia yang di Amrik sono mungkin namanya adalah Wikipedia. Mau tahu kata kunci apa yang saya ketik di google sampai akhirnya saya nyasar ke situs ini ? Kata kunci yang saya ketikkan waktu itu adalah KENTUT ha ha ha. Hebatnya lagi kata kunci “kentut” ini memunculkan lebih dari 4 juta hasil pencarian dan situs Tololpedia tadi menduduki peringkat 1 di Google. Nah, tantangannya adalah: beranikah anda menulis artikel dengan topik konyol tadi yaitu “kentut” dan bersaing dengan Tololpedia yang ber-PR2 dan Alexa Rank 199 ? Karena ternyata topik unik dan sederhana tentang kentut pun bisa mendatang ribuan pengunjung blog per hari. Berikut ini beberapa kutipan yang saya ambil langsung dari sumbernya di Tololpedia tentang Kentut yang berhasil membuat saya tertawa terpingkal-pingkal dan mengunjungi situs itu berturut-turut selama 3 hari :
Aliran-aliran Kentut
Pada dasarnya aliran kentut, menurut kentutologis ada tujuh belas saja yaitu:
·      Aliran keras, mungkin terpengaruh oleh musik Rock.
Intinya suara kentut terdengar sangat keras dan tanpa tedeng aling-aling. Mereka berpendapat bahwa kentut haruslah disampaikan secara nyata, tidak boleh sembunyi-sembunyi. Namun aliran keras ini terpecah belah menjadi beberapa kelompok yang masing2 ngotot dengan pendapatnya dan merasa paling benar, seperti "aliran keras dan lama", "keras namun sebentar", "keras dan bau", ada juga aliran sempalan lainnya.
·      Aliran sesat.
Nah, ini dia aliran kentut yang tidak peduli dengan segala kaidah-kaidah yang ada. Pengikut aliran ini, biasanya kentutnya menyimpang dari orang normal, misalnya kentut melalui hidung, melalui puser, mulut, bibir (seperti mas Tukul), bahkan Malah ada juga pengikut aliran ini yang ngomong biasa pun ababnya bau kentut. Pengikut aliran ini yang terkenal, adapun Amingwati, Olga Syahputri, Paris Hilton dan Cinta Laura(karena itu ngomongnya monyong-monyong, karena sebenarnya ia sedang kentut).
Jenis-jenis Kentut :
·      Kentut “tong kosong nyaring bunyinya”
Jenis kentut paling umum. Kentut ini bunyinya saja kencang, tapi tidak ada baunya.
·      Kentut “silent but deadly”
Kentut ini kebalikan jenis kentut yang di atas; tidak berbunyi, namun baunya tidak karuan menakutkan. Orang yang sudah menjadi pakar dalam jenis kentut ini bahkan dapat menimbulkan bau yang maha dahsyat dan berkekuatan tinggi sehingga seisi gedung dapat mencium baunya.
·      Kentut minimalis
Tidak berbau dan berbunyi. Hanya sekedar melepaskan sedikit gas dari tubuh.
·      Kentut “Counter Strike”
sebelum kentut, dia teriak "FIRE IN THE HOLE !".
·      Kentut Baygon
Kentut yang digunakan untuk mematikan serangga di dalam rumah tersebut.
Kentut Api
Kentut Astronot
Nah sobat blogger, dari tips singkat cara meningkatkan jumlah pengunjung blog yang sudah saya sampaikan tadi mudah-mudahan dapat menginspirasi anda untuk berpikir kreatif bagaimana caranya mendatangkan ribuan pengunjung ke blog anda. Semakin banyak referensi yang kita baca maka akan semakin matang pula pemahaman kita tentunya. Peace and happy nice blogging to all of you !